Ada beberapa orang yang curhat via email, sms dan forum dengan tema Cinta Sejenis, istilah populernya lesbi dan gay. Blog Curhatkita pernah memposting curhat seorang pria yang menjalani hubungan cinta sejenis (gay) berjudul “Cinta Sejenis and Cinta Terlarang”. Hubungan cinta sejenis ini, dari penuturan mereka berawal dari kedekatan hubungan dengan teman sesama jenis. Dari sekedar pertemanan berlanjut menjadi saling menyukai dan saling tergantung. Kedekatan secara emosional akhirnya mendorong tumbuhnya kedekatan secara fisik.
Mereka mengakui, awalnya merasa aneh dan canggung saat melakukan kontak fisik. Namun seiring berjalannya waktu, hubungan dua insan sejenis ini semakin dekat dan saling bergantung, perlahan mereka mulai menyukai apa yang mereka lakukan. Semakin lama mereka semakin menikmati apa yang mereka lakukan. Hubungan secara fisik dan emosional diantara mereka berdua terjalin semakin kuat dan mendalam. Jika sudah seperti ini, sepertinya hubungan mereka berdua tak mudah dilepaskan.
Masalah mulai timbul ketika hadir orang ketiga dalam kehidupan mereka berdua. Orang ketiga dimaksud bisa teman dekat (sejenis atau lawan jenis) salah seorang diantara mereka. Saat salah seorang mulai berpaling ke lain hati, pasangannya merasa kehilangan, kecewa dan sakit hati.
Mereka sadar apa yang mereka jalani sebenarnya menyimpang, namun mereka kesulitan melepaskan diri dari keadaan yang cukup pelik dan dilematis tersebut. Mereka mengalami konflik batin antara terus menjalani atau mengakhirinya. Beberapa diantara mereka ingin merubah diri sedangkan yang lainnya ingin tetap menjalaninya.
Tulisan ini pernah diposting di Forum Curhat.
Berikut beberapa komentar yang masuk di Forum :
Anonym :
kalau menurut saya sih, jika bisa ya dipikirkan resiko homoseksualitas yaitu masalah keturunan dan persepsi masyarakat dan resiko lain-lainnya. Kalau siap mengambil resiko, ya silahkan tapi hendaknya setia dan loyal ke satu pasangan saja.
Vinnie Vincent :
Menurut saya pribadi, tidak ada yang salah dengan cinta sejenis. Bukan berarti saya salah satu 'penganut'nya, tapi karena menurut saya cinta memang tidak pandang bulu. Bukankah cinta itu buta? Kalau pakai logika namanya bukan cinta, hehehe...
Menurut saya, orang umumnya mempersalahkan hubungan demikian dengan alasan agama. Tapi sekali lagi, agama bukan ilmu pasti seperti mat yang satu tambah satu jadi dua. Agama benar bagi pengikutnya, tapi belum tentu demikian bagi yang tidak menganutnya.
Selain itu, setahu saya dalam psikologi pun cinta sejenis tidak dikategorikan sebagai gangguan jiwa. Malah ada skala Kinsey yang menggambarkan preferensi seksual seseorang dari 0 - 6, dengan tanda X untuk menandakan aseksualitas (ini bisa buat bikin forum baru nih haha).
Dari sekian cerita yang saya tahu pun, tidak ada orang yang sejak awal menetapkan bahwa dirinya mencintai sesama jenis. Kebanyakan mengalami tekanan batin yang cukup hebat, bahkan ada beberapa yang sampai berniat bunuh diri. Ini menunjukkan bahwa mengakui keadaan dirinya pun sudah sangat sulit. Pasti bukan keinginan orang tersebut untuk menjadi berbeda dari orang lain, apalagi sampai mendapat tekanan dan dikucilkan.
Rafael :
"Aku mncintaimu bukan harus datang dari lelaki dan perempuan. Aku tak peduli siapa kamu. Aku hanya mencintaimu ." Dari film yang pernah aku tonton dan kea nya nyentuh bgd, saat cinta itu tidak dipandang terjadi antara laki dan perempuan. Asal keduanya memiliki alasan yang kuat untuk menncintai. Hanya keduanya yang tahu bagaiamana menanggung resikonya.
Tarjum :
Sepertinya, soal cinta sejenis ini akhirnya kembali kepada individu yang menjalaninya, apakah akan terus menjalaninya atau mengubah dan menghentikannya. Hidup ini memang pilihan, setiap pilihan tentu ada konsekwensinya. Saat ini memang hubungan sesama jenis masih dianggap sebagai sesuatu yang negatif, terutama di negeri kita. Di negeri barat pun yang sangat menjunjung tinggi kebebasan individu, setigma negatif itu masih ada.
Yang penting apa pun yang kita yakini dan jalani hendaknya tidak mengganggu dan merugikan diri sendiri dan orang lain. Saya hanya berpesan kepada anda yang sedang menjalani hubungan cinta sejenis, sebelum memilih dan mengambil keputusan, hendaklah dipikirkan masak-masak baik buruknya dari berbagai segi, kerena ini menyangkut diri anda, keluarga, lingkungan, masa depan dan generasi penerus kehidupan anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar